Cara Menonaktifkan Windows Defender

Windows Defender membantu melindungi PC kamu terhadap malware (perangkat lunak berbahaya) seperti virus, spyware, dan software yang mungkin tidak diinginkan lainnya.

Malware dapat menginfeksi PC kamu tanpa sepengetahuan kamu: mungkin menginstal sendiri dari pesan email, ketika kamu terhubung ke Internet, atau ketika kamu menginstal aplikasi tertentu menggunakan USB flash drive, CD, DVD, atau media removable lainnya. Beberapa malware juga dapat diprogram untuk dijalankan pada waktu yang tak terduga.

Windows Defender disertakan dengan Windows dan membantu mencegah malware menginfeksi PC kamu dengan dua cara:

1. Memberikan perlindungan secara real-time.

Windows Defender akan memberitahu kamu ketika malware mencoba untuk menginstal sendiri atau berjalan di PC kamu. Windows Defender juga akan memberitahu kamu ketika aplikasi mencoba untuk mengubah pengaturan penting.

2. Menyediakan pilihan waktu untuk pemindaian.

Windows Defender secara otomatis memindai/ scan PC kamu untuk mendeteksi malware yang terinstal secara teratur, tetapi kamu juga dapat memulai pemindaian kapanpun kamu inginkan. Windows Defender secara otomatis menghapus (atau karantina sementara) apa pun yang terdeteksi selama pemindaian.

Pada Windows 10 kamu dapat menonaktifkan perlindungan real-time Windows Defender, tetapi bersifat sementara. Windows akan secara otomatis mengaktifkan kembali perlindungan real-time Windows Defender.

Perbaikan pada Windows Defender

Untuk Windows 10, Microsoft telah merubah Windows Defender dan mengkombinasikannya dengan Microsoft System Center Endpoint Protection. Berbeda dengan Microsoft System Center 2012 R2, tidak ada lagi aplikasi klien System Center Endpoint Protection yang di instal terpisah pada mesin Windows 10, karena Windows Defender sendiri sudah terdapat pada sistem operasi dan diaktifkan secara default.

Selain penyertaannya pada sistem yang disederhanakan, Windows Defender berisi beberapa perbaikan. Perbaikan yang paling penting untuk Windows Defender adalah:

  • Kompatibel dengan Early Launch Antimalware (ELAM). Setelah “Secure Boot” diverifikasi dan mendapati bahwa sistem operasi yang di load dapat dipercaya, ELAM dapat mulai menjalankan aplikasi antimalware yang terdaftar sebelum komponen sistem operasi lainnya. Dan Windows Defender sendiri kompatibel dengan ELAM.
  • Pendeteksian konteks lokal dan data sensorik terpusat. Tidak seperti software antimalware dan versi sebelumnya dari Windows Defender, Windows Defender di Windows 10 akan melaporkan informasi tambahan tentang konteks ancaman yang ditemukan. Informasi ini mencakup sumber konten yang berisi ancaman serta history pergerakan malware pada seluruh sistem. Ketika koleksi selesai, Windows Defender melaporkan informasi ini (ketika pengguna memilih untuk mengaktifkan perlindungan berbasis cloud) dan menggunakannya untuk mengurangi ancaman lebih cepat.
  • Integrasi User Account Control (UAC). Windows Defender sekarang terintegrasi erat dengan mekanisme UAC pada Windows 10. Setiap kali permintaan UAC dibuat, Windows Defender secara otomatis memindai ancaman sebelum memberitahu pengguna, dimana hal ini membantu mencegah pengguna dari pemberian otoritas/ hak akses yang tinggi pada malware.
  • Pengelolaan yang disederhanakan. Pada Windows 10, kamu dapat mengelola Windows Defender jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Kamu dapat mengelola pengaturan melalui Group Policy, Intune, atau Configuration Manager.

PERINGATAN

Ketika kamu menginstal beberapa antivirus, antivirus tersebut dapat secara otomatis mematikan Windows Defender. Dalam hal ini kamu mungkin tidak dapat mengaktifkan Windows Defender lagi sampai antivirus tersebut dinonaktifkan (dimatikan) atau benar-benar dihapus.


Ok sekarang kita mulai ke tutorial, tutorial ini akan menunjukkan cara untuk benar-benar mengaktifkan atau menonaktifkan Windows Defender untuk semua pengguna di Windows 10.

Pertama, kamu harus login sebagai administrator untuk dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Windows Defender.

Mengaktifkan atau Menonaktifkan Windows Defender menggunakan “Group Policy”.

1. Buka Local Group Policy Editor. Untuk melakukanya tekan tombol Windows+R untuk membuka dialog “Run”, lalu ketik gpedit.msc, dan tekan Enter. CATATAN: File ini terletak di C:WindowsSystem32gpedit.msc

2. Pada panel sebelah kiri Local Group Policy Editor, arahkan ke Computer Configuration/Administrative Templates/Windows Components/Windows Defender, seperti contoh di bawah.

Local Group Policy Editor

3. Pada panel kanan dari Windows Defender di Local Group Policy Editor, klik dua kali pada “Turn off Windows Defender policy” untuk mengeditnya.

4. Pada jendela edit ini kamu bisa mengatur apakah ingin mematikan atau menghidupkan Windows Defender. Sebagai contoh pilih “Enable” untuk mematikan windows defender.

Turn off Windows Defender policy

5. Setelah selesai, kamu dapat menutup Local Group Policy Editor.

Mengaktifkan atau Mematikan Windows Defender menggunakan Registry Editor.

Catatan: File registri di bawah ini akan menambah dan mengubah nilai DWORD pada registry key di bawah ini.

HKEY_LOCAL_MACHINE / SOFTWARE / Policies / Microsoft / Windows Defender
DisableAntiSpyware DWORD
(delete) = On
1 = Off


1. Download file registri dibawah ini:

File registri untuk mengaktifkan Windows Defender

File registri untuk menonaktifkan Windows Defender

2. Ekstrak file dan klik dua kali pada file .reg yang telah kamu download sebelumnya.

3. Jika ada permintaan otorisasi dari UAC, klik Yes.

Windows Defender Disabled

4. Apabila kamu mengaktifkan windows defender setelah menonaktifkannya untuk beberapa waktu. Kamu harus menjalankanya lagi secara manual agar windows defender mulai berjalan seperti gambar dibawah.

Mematikan Windows Defender

Author:

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *