10 Negara dengan Nilai Komersial Terbesar untuk Pembajakan Software

Selama beberapa dekade, pembajakan tetap menjadi masalah yang tak pernah bisa dihilangkan walaupun perusahaan perangkat lunak tanpa lelah mencoba mengatasi ini tetap saja gagal. Apakah itu seorang mahasiswa yang men-download versi cracked Photoshop atau usaha kecil yang memanfaatkan aturan lisensi perangkat lunak mahal, pembajakan bagi banyak perusahaan hanya merupakan biaya ketidakberuntungan (uang sial) dalam melakukan bisnis. Faktanya, diperkirakan bahwa hampir 40% dari semua perangkat lunak yang diinstal pada PC di seluruh dunia belum “berlisensi.”

Pastinya perusahaan perangkat lunak raksasa seperti Microsoft memiliki lebih banyak tantangan untuk dihadapi daripada perusahaan lain. Berbicara pada poin ini, anda mungkin ingat bahwa Microsoft pada tahun 2015, dalam upaya untuk membendung merajalelanya pembajakan Windows, mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan para pengguna Windows di Cina upgrade gratis ke Windows 10 bahkan jika salinan mereka saat itu Windows bajakan. Memang, pembajakan di negara selain amerika cenderung menjadi “penyakit” bagi banyak perusahaan perangkat lunak besar.

Tapi anda mungkin akan terkejut untuk mengetahui bahwa negara dengan nilai komersial tertinggi dari pembajakan software bukan Cina atau India, tapi Amerika Serikat. Menurut grafik dari statista berikut, nilai komersial dari software bajakan yang digunakan di AS mencapai $9.100.000.000, baru diikuti Cina dengan $8.700.000.000.

10 Negara dengan Nilai Komersial Terbesar untuk Pembajakan Software

Sementara negara lainya yang menempati 10 besar antara lain India, Prancis, Inggris, Brazil, Jerman, Rusia, Italia, dan terakhir Indonesia. Untuk indonesia sendiri menjadi negara dengan persentase penggunaan software bajakan terbesar diantara 10 negara diatas, tidak heran lah ya haha ^,^.

Author:

Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *