Ulasan ACDSee

Ulasan ACDSee

Ringkasan ulasan: ACDsee Photo Studio Ultimate bukanlah aplikasi pengedit foto yang paling intuitif, tetapi ACDSee menyediakan beberapa fungsi yang mudah digunakan bahkan untuk pemula. Kemampuan pengeditan gambar semirip mungkin dengan Lightroom dan versi Photoshop lama, tetapi masih belum pada level yang sama.

Kelebihan

Performa dan pengoptimalan cepat
Pengenalan wajah dan geotagging
Integrasi penyimpanan cloud
Alat untuk perbaikan kulit
Tampilan yang dapat disesuaikan

Kekurangan

Tampilan yang agak rumit
Alat koreksi kurang efektif dibandingkan Lightroom
Tidak ada alat untuk memperbaiki chromatic aberration

Kamu akan melihat tampilan yang nyaman dan dapat disesuaikan dengan modul yang mirip dengan yang ada di Lightroom, pengaturan dasar dan lanjutan untuk koreksi warna dan bahkan retouching menggunakan layer dan mask, serta pengatur yang praktis.

Kesimpulannya, ACDSee dapat disebut sebagai salah satu aplikasi pengedit foto terbaik untuk PC. Editor foto ini menggabungkan koreksi warna dari Lightroom dan beberapa fungsi lanjutan dari Photoshop.

Namun, karena fitur-fiturnya yang canggih, ACDsee hampir tidak cocok untuk pemula, mungkin itulah alasan mengapa tidak sepopuler Lightroom dan Photoshop. ACDsee memiliki lebih sedikit video pelatihan dan ulasan.

Jika kamu mencari aplikasi pengatur foto yang berfungsi seperti Lightroom tetapi lebih murah dan mudah, kamu perlu mencoba ACDsee Ultimate.

Ulasan ACDSee

Ulasan ACDsee

Seperti Adobe, ACDSee telah ada di pasar sejak awal fotografi digital. Pengembang masih terus dalam proses Pengembangan aplikasi mereka, menambahkan alat dan fungsi baru, salah satunya adalah “pengenalan wajah”.

Mempertimbangkan semua fitur positif dan negatif yang disebutkan di atas dari editor gambar ini, saya mungkin akan menempatkannya ke dalam daftar 10 aplikasi terbaik untuk edit foto.

Modul yang Nyaman

Jika sebelumnya kamu pernah menggunakan atau mempelajari Lightroom, kamu mungkin ingat modul terpisahnya. Dengan modul terpisah, proses belajar menjadi lebih sederhana secara signifikan. Untungnya, developer memutuskan untuk melanjutkan kecenderungan ini dan membagi editor ACDsee menjadi 5 modul utama yang terletak di tab terpisah yang akan dibahas dalam ulasan ADCsee ini.

Manage – Mode manajemen terdiri dari perpustakaan gambar tempat kamu dapat mengindeks skor, kategori, label, dan lainnya. Fungsi ini cukup berguna karena dengan pengaturan yang benar, kamu akan menemukan ribuan gambar dalam hitungan detik.

Ulasan ACDSee - Manage

Photos – Mode Foto mirip dengan Manage. Photos memungkinkan cara yang lebih komprehensif untuk melihat file gambar di hard drive, dan kamu dapat menelusuri tampilan berdasarkan hari / bulan / tahun tertentu.

View – Dalam ACDSee, mode Tampilan adalah bagian yang lebih rinci di mana kamu dapat melihat gambar satu per satu bersama dengan file yang berukuran lebih besar. View adalah fungsi khas untuk aplikasi edit foto, tetapi ACDsee menggunakan kecepatan buffering yang mengesankan.

Develop – Disini kamu dapat menemukan alat utama untuk koreksi warna foto: Eksposur, Kontras, Saturasi, bersama dengan pengaturan kecerahan dan kejernihan.

Edit – Mode edit dapat dijelaskan sebagai “semua dalam satu“. Dalam mode pengeditan ACDSee Photo Studio Professional, kamu akan menemukan alat seperti retouching gambar, tanda air, dan overlay teks. Mode Edit berisi daftar panjang alat di bagian bawah panel kiri. Mode Edit menghadirkan pengeditan gambar yang tidak merusak, namun dengan kompleksitas yang mengesankan.

Tampilan yang dapat disesuaikan

Aplikasi ACDSee menggunakan ruang kerja 3 panel standar dengan folder gambar di sebelah kiri, layar pratinjau dan alat di tengah, dan fitur di panel kanan. Kamu dapat memilih di antara warna UI yang berbeda: light, silver, dan charcoal, juga menghapus atau menambahkan toolbar yang diinginkan.

Selain itu, ACDSee mendukung gerakan sentuh. ACDSee memungkinkan kamu untuk menskalakan gambar di folder. Tetapi ketika saya mengujinya, saya tidak begitu menyukai responsivitas dan interaksi. Dalam hal ini, dukungan sentuh untuk Lightroom Classic jauh diatas ACDSee.

Pengeditan RAW

Mode pengeditan RAW sangat mirip dengan Lightroom tidak hanya karena tata letak toolset yang mirip tetapi juga karena kemampuan untuk membuat dan menyimpan preset. Setelah menyimpan pengaturan tertentu, saya telah menerapkannya ke foto saya yang lain. Kamu dapat membuat preset untuk alat terpisah dan seluruh gambar.

Ulasan ACDSee - Color EQ

Tune – Sejumlah besar penggeser untuk menyesuaikan keseimbangan white balance, shadows, lighting, skin tone, split tone, dan banyak lagi lainnya.

Detail – Ini dapat dianggap sebagai bagian utama dan satu-satunya untuk retouching gambar.

Geometri – Koreksi Lensa, Cropping, Penyesuaian perspektif.

Repair – Heal/Clone dan Perbaikan Mata Merah.

White Balance – Penggeser untuk menyesuaikan white balance ternyata terlalu responsif dan tidak stabil karena suatu alasan. Setelah mengatur penggeser, saya mendapatkan titik awal yang kuat untuk beralih ke nada dan penyesuaian warna yang lebih spesifik.

Fill Light – Di bagian General pada Develop tools, ada slider Highlight Enhancement dan Fill Light. Keduanya hanya dapat diatur dalam satu arah, artinya penyesuaian positif atau tidak sama sekali. Terlebih lagi, Fill Light mencakup rentang warna yang sangat luas, dari yang gelap hingga highlight. Jadi jika kamu terbiasa dengan penyesuaian Lightroom pada highlight dan shadow, kamu akan merasa sedikit sensitif.

Light EQ – sangat mirip dengan pengaturan tone shades/shadows dan white/bright, yang disertakan dalam pengatur dan editor foto digital Adobe. Penggunaannya juga sangat mudah, cukup pilih alat dan klik bagian mana saja dari gambar. Light EQ secara otomatis akan mengatur tone, Membuatnya lebih cerah jika kamu mengklik area yang kurang cahaya, dan menurunkan warna jika kamu menekan bagian gambar yang terang dan intens.

Color EQ – Saya sarankan untuk melihat alat “Color EQ” jika kamu tertarik dengan koreksi warna yang akurat. Color EQ bekerja mirip dengan panel HSL di Lightroom. Color EQ memungkinkan kamu untuk menyesuaikan saturasi, kecerahan, dan bayangan dari setiap channel warna.

Detail – Sebagian besar ulasan ACDsee tidak merekomendasikan penggunaan apa yang disebut “simple mode” untuk retouching gambar profesional karena modul ini menawarkan sejumlah pengaturan terbatas, kontrolnya tidak fleksibel, dan slider bekerja dengan sedikit penundaan. Namun, jika kamu memiliki tugas sederhana, seperti menghilangkan jerawat atau sedikit kemerahan, mungkin fungsionalitas yang tersedia sudah cukup.

Pengeditan Foto Tingkat Lanjut

Ulasan ACDSee - Pengeditan Foto Tingkat Lanjut

Mode pengeditan gambar yang diperluas dari ACDsee tersedia dalam modul “Edit”. Alat yang ditawarkan secara signifikan lebih banyak dan setiap alat memiliki pengaturan manual yang lebih dalam. Tata letak dasar memang sangat tidak nyaman, semua fungsi yang tersedia ada di kiri, alat-alat terletak di atas, layer-layer di kanan, dan perpustakaan foto ada di tengah. Jika kamu pernah menggunakan Photoshop sebelumnya, tampilan seperti itu bisa jadi sangat tidak biasa bagi kamu, tetapi perlu diingat bahwa kamu dapat menyesuaikan UI sesuai selera kamu. Kamu dapat memindahkan atau bahkan menghapus panel apa pun sesuai kebutuhan kamu.

Mode pengeditan foto menawarkan sejumlah besar fungsi tambahan yang praktis. Diantaranya, kamu dapat menemukan: corrective layers untuk color LUTs, Smart Erase, Skin Tune, Dehaze, dan Grain.

Skin Tune – adalah alat untuk fotografer potret. Skin Tune menyediakan tiga tab terpisah – Smoothing, Glow dan Radius. Penghapusan noise dilakukan dalam mode Edit, dan ini menghaluskan noise dengan cukup baik, tetapi tidak ada opsi “Otomatis”. Ada opsi tampilan menarik yang hanya menampilkan noise dalam nuansa abu-abu. Secara praktis, efek yang sama dapat dicapai di Photoshop jika kamu menggunakan metode dekomposisi individual.

Grain – ini merupakan alat baru dan dia bekerja dengan sangat buruk. Tapi saya kira kamu bisa mengutak-atik slider untuk mengatur Amount, Smoothing and Size agar mendapatkan tampilan yang cukup realistis. Ada lebih dari 20 efek artistik. Namun, tidak ada filter AI untuk menerapkan berbagai gaya. Filter favorit saya mungkin Grain. Kamu dapat menerapkan efek Grain untuk memberi gambar kamu tampilan bergaya mirip dengan bintik film lama. Alat Grain juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan efek lain untuk mendapatkan tampilan vintage secara keseluruhan. Selain itu, kamu dapat merekam hasil edit kamu sebagai actions atau menerapkan actions siap pakai, yang menggunakan bintik, gaya film, fading, dll. ACDSee juga mendukung plugin.

Penghapusan Otomatis Elemen yang Tidak Diperlukan di Foto

Smart Erase – tool ini memungkinkan kamu secara otomatis menghilangkan objek yang tidak diinginkan dari foto. Kamu dapat melihat alat yang sama di Adobe Photoshop. Saya suka alat ini karena memperhitungkan konten dan memberikan tampilan gambar yang alami, bahkan jika kamu menyingkirkan kerumunan orang, awan, tiang, dan lainnya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memilih objek yang tidak diinginkan, dan kemudian, ACDSee secara otomatis memilih latar belakang. Jika tidak cocok, kamu selalu dapat mengisi area ini secara manual.

Pencarian Foto Menggunakan Peta

Salah satu fitur yang cukup mengesankan dari organisasi foto kamu adalah peta. aplikasi organisasi foto ACDSee menyediakan fungsi GPS dalam file untuk menampilkan gambar pada peta. Ini adalah fungsi yang cukup menarik dan, bahkan nyaman. Tetapi ketika bekerja dengan peta, saya melihat beberapa bug. Faktanya adalah bahwa fungsinya tidak sesuai dengan gambar yang diambil di dekat tempat saya mengklik di peta.

Manajemen Foto Cepat dengan Bantuan Pengenalan Wajah

Ulasan ACDSee - Pengenalan Wajah

Salah satu inovasi terbaru ACDSee adalah fungsi “face recognition (pengenalan wajah)”. Seperti beberapa fitur aplikasi lain, Manajemen Foto ACDSee tidak terlalu diperhatikan oleh pengembang dan memerlukan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan pesaing seperti Lightroom dan PhotoDirector. Dengan memilih model dalam foto dan memberinya nama, aplikasi secara otomatis menemukan wajah dalam koleksi foto kamu. Namun, untuk melihatnya, kamu harus masuk ke mode “Photo”, yang menurut saya merupakan proses yang agak merepotkan, lalu aktifkan fungsi “Face Detection” di panel atas.

PicaView File Preview

PicaView adalah fitur menarik yang tidak terlalu mempengaruhi proses pengeditan foto, tetapi memungkinkan kamu menghemat banyak waktu, yang merupakan bonus luar biasa dari aplikasi organisasi foto apa pun. Yang dilakukannya hanyalah menambahkan bagian baru ke menu tarik-turun klik kanan sistem operasi kamu yang menampilkan pratinjau file kecil (tapi berkualitas tinggi) dan data EXIF gambar ​​yang relevan.

Harga

ACDSee juga meniru sistem pembayaran dengan model berlangganan. Namun, kamu mungkin mendapatkan sesuatu yang telah hilang dari Adobe selama bertahun-tahun, pembayaran satu kali lisensi produk. Saya dapat membeli langganan bulanan seharga $8,90 dan mendapatkan hampir semua aplikasi utama.

Perusahaan tidak mengecualikan kemungkinan untuk membeli versi berlisensi hanya dengan $99. Ini bonus yang bagus, bukan? Ya, itu sangat menyederhanakan hidup. Sekarang saya tidak perlu melakukan pembayaran bulanan wajib untuk menggunakan aplikasi atau fungsi tertentu.