Mengenal Google Chromium – Nenek Moyang Chrome & Edge

Chrome adalah browser paling populer di dunia, tetapi tidak akan ada Chrome tanpa Chromium, proyek sumber terbuka (open source) yang mendukungnya. Artikel ini akan membahas dengan mendalam tentang Chromium, termasuk di mana kamu dapat mendownloadnya, bagaimana Chromium membentuk pengalaman online kamu, dan jika kamu tidak menyukainya bagaimana cara menghapusnya.

Meskipun namanya mirip, Chrome dan Chromium mewakili dua browser web yang berbeda. Tapi mereka terkait.

Yang satu merupakan open-source, sementara lainnya tidak. Satunya mendominasi browser dunia, sementara lainnya digunakan oleh kurang dari 0,03 persen dari semua orang yang menjalankan browser.

Tim Downloadsoftwaregratisan telah telah menempatkan Chrome dan Chromium dan juga Edge baru Microsoft di bawah “kaca pembesar” untuk lebih memahami apa yang dilakukan Chromium dan bagaimana browser ini berperan dalam pengembangan browser turunanya. Inilah yang perlu kamu ketahui untuk lebih memahami keduanya.

Mengenal Google Chromium - Nenek Moyang Chrome & Edge

Apa itu Chromium?

Chromium bukan hanya nama browser, tetapi juga proyek sumber terbuka yang menghasilkan kode sumber yang digunakan oleh Chrome, Edge, dan browser lainnya. Google adalah pendukung utama proyek Chromium, dan mereka memulai proyek ketika meluncurkan Chrome pada September 2008. Tetapi karena kode sumbernya merupakan open-source, banyak pihak yang tidak dipekerjakan oleh Google berkontribusi pada proyek Chromium ini.

Misalnya Microsoft mulai memberikan masukan serius ke Chromium pada tahun 2019 dan secara rutin membanggakan tentang berapa banyak “commits” yang telah disumbangkan para insinyurnya ke Chromium. Pada Oktober 2020, Microsoft mengatakan perubahan yang dilakukan mereka pada kode sumber Chromium telah mencapai 3.700.

Browser yang dikompilasi dari kode sumber Chromium saat ini tetap disebut “Chromium” \(-_-)/. Di sisi lain Chrome dan Edge pengembangnya memang dimulai dengan Chromium tetapi tidak diakhiri dengan itu. Sebagai gantinya, Google dan Microsoft menambahkan kode kepemilikan mereka sendiri ke Chromium untuk membangun layanan seperti mekanisme pembaruan otomatis browser dan fitur seperti tab pengalaman pengguna (UX) untuk membuat Chrome dan Edge yang ada saat ini.

Bayangkan Chromium sebagai nenek moyang Chrome dan Edge yang belum tentu mirip, dimana Chromium berbagi “DNA” dengan browser turunanya yang di modifikasi.

Apa perbedaan Chromium dari Chrome?

Chromium adalah bagian dari Chrome dan Edge, karena Google dan Microsoft menggabungkan komponen dan fitur lain dari versi awal chromium untuk membuat produk mereka sendiri. Semua yang ada di Chromium ada di Chrome dan di Edge, tetapi tidak semua yang ada di Chrome atau Edge ada di Chromium.

Perbedaan yang jelas terletak pada layanan pendamping yang disediakan Google, seperti mekanisme pembaruan otomatis atau dukungan bawaan untuk teknologi seperti komponen manajemen hak digital (DRM) yang memungkinkan Chrome dan Edge memutar konten berhak cipta.

Namun perbedaan terbesar bukanlah pada daftar panjang fitur atau daftar dukungan kedua browser, tetapi pada stabilitas (atau ketidakstabilan) bawaannya, dimana Chromium cenderung kasar. Sederhananya, versi terbaru dari browser Chromium akan jauh lebih “banyak masalah” atau jauh lebih rentan terhadap crash, daripada versi Chrome atau Edge yang paling dasar sekalipun.

Google-pun mengatakan sekaligus memperingatkan pengguna pada halaman download Chromium dimana kamu akan mendapati pesan “This is a raw build of Chromium for Windows xxx, right off the trunk. It may be tremendously buggy.”

Bahkan dari empat “build” yang paling lancar yang dipertahankan Google untuk Chrome dan Microsoft Edge, keduanya dinamakan “Canary” yang secara substansial lebih stabil daripada Chromium.

Perbedaan kedua dan salah satu alasan terbaik ketika mereka memilih Chromium daripada Chrome atau Edge, adalah bahwa Chromium mengumpulkan dan mentransfer lebih sedikit informasi ke Google daripada Chrome atau Edge.

Chrome dan Edge dapat mengirim laporan kerusakan dan statistik penggunaan ke Google dan Microsoft, sedangkan Chromium tidak.

Di Chrome, mengumpulkan dan mengirim informasi dinonaktifkan secara default (dapat diaktifkan dari panel pengaturan browser.)

Namun di Edge, pengumpulan data tersebut mungkin aktif atau nonaktif, tergantung pada sistem operasinya. Windows 10 sejauh ini merupakan platform yang paling banyak digunakan untuk Edge dan memiliki pengaturannya sendiri yang juga diterapkan pada Edge. Sebagian besar instance Windows 10 akan mengaktifkan data diagnostik, jadi Edge akan melaporkannya ke Microsoft.

Pada OS lain, seperti macOS, pengumpulan dinonaktifkan secara default seperti Chrome, tetapi dapat diaktifkan dari preferensi.

Di sisi lain Chromium tidak memiliki fitur pengumpulan dan pelaporan data ini sepenuhnya.

Di mana saya bisa download Chromium?

Tempat paling aman untuk mendapatkan salinan Chromium adalah dari halaman download ini.

Laman tersebut akan secara otomatis mengenali sistem operasi yang kamu jalankan dan menawarkan edisi Chromium yang sesuai. Jika tidak, pilih dari daftar di bagian bawah halaman: Windows x86, Windows x64, Mac, Linux x86, Linux x64 dan Android.

Di mana saya bisa download Chromium

Situs ini juga mengidentifikasi nomor build saat ini, dan informasi “usianya” yang biasanya berubah dalam hitungan menit. Itulah seberapa cepat versi Chromium berubah.

Untuk informasi lebih lanjut tentang mengunduh Chromium, termasuk cara menemukan dan mendapatkan versi browser tertentu, misalnya  yang akan digunakan untuk pengujian dan debugging, lihat halaman ini di situs resmi Chromium.

Bisakah saya menjalankan Chromium dan Chrome (atau Edge) di perangkat atau sistem yang sama?

Singkatnya, ya, Chromium dapat dijalankan pada waktu yang sama, dan pada sistem yang sama, seperti Chrome atau Edge. Tidak perlu uninstall Chrome untuk menginstal Chromium ke komputer atau laptop kamu.

Cara ini identik dengan cara berbagai “channels” Chrome dan Edge bekerja pada satu PC Windows. Misalnya seseorang dapat menjalankan versi “Canary” dari Chrome untuk Windows di samping versi “Stabil” browser Chrome. Hal yang sama berlaku untuk Edge.

Apakah browser selain Chrome menggunakan Chromium?

Tidak mengherankan, banyak browser lain menumpang pada proyek Chromium, menggunakan kode sumber proyek sumber terbuka untuk mem-bootstrap diri mereka sendiri ke dalam aplikasi tanpa harus melakukan semua pekerjaan membangun fungsionalitas dasar yang berantakan.

Banyak dari browser-browser tersebut menargetkan pengguna yang lebih spesifik, sementara lannya merupakan browser penting di masa lalu tetapi sejak itu popularitasnya memudar. Diantara browser-browser tersebut termasuk:

  • Opera. Mantan browser Norwegia yang sekarang dimiliki oleh konsorsium Cina — mengganti engine rendering Presto miliknya pada tahun 2013 dengan Blink, engine yang dibuat berdasarkan Chromium dimana menjadi dasar Chrome dan Edge. Opera tersedia untuk Windows, macOS dan Linux.
  • Vivaldi. Dibangun oleh tim yang sebagian besar terdiri dari mantan insinyur Opera, Vivaldi memulai debutnya pada tahun 2016 dan disebut oleh CEO-nya sebagai “mengingatkan pada masa lalu” ke masa dimana browser tidak menggunakan tampilan pengguna (UI) minimalis. Vivaldi tersedia untuk Windows, macOS dan Linux.
  • Brave. Didirikan oleh mantan eksekutif Mozilla – pengembang Firefox, Brave terkenal karena menghapus semua iklan dalam halaman dan menggantinya dengan iklannya sendiri. Brave mengklaim bahwa itu membagi pendapatan dengan pengguna, yang menerima bentuk mata uang kripto yang didukung. Jika mereka menginginkannya, pengguna tersebut dapat mentransfer semua atau sebagian uang mereka ke satu atau lebih situs web. Brave tersedia untuk Windows, macOS, dan Linux.

Browser lain yang memanfaatkan Chromium termasuk pilihan browser buatan China seperti QQ dan Qihoo 360 Secure Browser, serta Epic dan Comodo Dragon.

Apa kelebihan Chrome yang tidak dimiliki Chromium?

Di antara fitur dan fungsionalitas Chrome dan/atau Edge yang sudah dikenal yang tidak terdapat dari browser Chromium adalah:

Layanan pembaruan Chrome dan Edge, mekanisme dalam browser yang secara otomatis meng-update aplikasi setiap kali pembaruan keamanan atau peningkatan fitur dikirim ke pengguna. (Pembaruan tersebut termasuk keamanan atau fitur yang pada akhirnya tentu saja berasal dari Chromium).

Chromium tidak dapat memperbarui secara otomatis, jadi ketika ada perbaikan yang dikeluarkan, Chromium yang di install tidak akan mendapatkannya kecuali pengguna mendownload versi yang lebih baru.

Dukungan untuk modul manajemen hak digital (DRM) Widevine. Dengan demikian, Chromium tidak dapat memutar konten Netflix, karena layanan itu bergantung pada Widevine untuk menghalangi penyalinan konten.

Apakah ada masalah keamanan dengan Chromium?

Kerentanan yang ditemukan oleh teknisi Google dan Microsoft sendiri, serta yang dilakukan oleh peneliti keamanan independen, secara rutin ditambal (patch) di Chromium, jadi sama amannya (atau tergantung pada perspektif seseorang) dengan Chrome atau Edge.

Pada tingkat terkecil, tidak jelas kapan selama pengembangan para engineers menambahkan perbaikan keamanan pada Chromium. Sementara versi stabil dari Chrome di update dengan “patch” setiap dua atau tiga minggu, dan Edge biasanya mengikuti dua hari kemudian — jadi browser Chromium akan diperbarui setidaknya sesering itu.

Tetapi karena perbaikan bug sebagian besar ditujukan untuk versi Chrome dan Edge yang tidak stabil seperti build paling rapuh yaitu “Canary”, maka sebelum versi tersebut menjadi versi Stabil, maka kode sumber dikelola oleh Proyek Chromium, dan dengan demikian kode browser Chromium harus diubah sebelum “dicabangkan” kembali menjadi “Canary.”

Namun karena Chromium tidak memiliki mekanisme pembaruan otomatis, patch keamanan apa pun yang diterapkan ke kode sumber tidak akan terdapat dalam salinan Chromium pengguna kecuali pengguna tersebut mengunduh versi yang lebih baru secara manual. Tidak adanya layanan pembaruan adalah satu-satunya ancaman keamanan terbesar bagi Chromium.

Lebih eksplisit dan alasan kenapa pertanyaan “Apakah ada masalah keamanan dengan Chromium?” sering muncul adalah fakta bahwa penjahat telah menambahkan malware ke Chromium atau mendistribusikan versi Chromium yang dimodifikasi untuk menyertakan kode program untuk hal jahat.

Bagaimana cara menghapus Chromium?

Jika browser tersebut legal, pengguna atau administrator TI menginstalnya (meskipun diragukan yang terakhir akan melakukannya) — Chromium dapat dihapus dengan cara yang sama seperti menghapus aplikasi lainnya.

Misalnya Di Windows 10, tinggal ketik “uninstall” di kotak pencarian, lalu ketika “Add or remove programs” muncul di hasil, pilih menu tersebut. Klik pada entri Chromium, klik tombol Uninstall, dan di kotak dialog berikutnya, konfirmasikan tindakan dengan mengeklik tombol Uninstall.

Di macOS, pilih folder Aplikasi di Finder, cari dan klik kanan Chromium, dan pilih “Move to Trash.”

Menghapus menjadi lebih sulit dilakukan jika Chromium mengandung malware atau browser yang sengaja terinfeksi. Penjahat telah membajak nama browser untuk menyamarkan kode serangan mereka, dan dalam beberapa kasus menggabungkan browser dengan perangkat lunak berbahaya lainnya atau menggunakan kode sumber untuk menipu browser sehingga membanjiri layar dengan iklan pop-up dan mencuri kredensial situs. (Kebanyakan Chromium palsu hampir secara eksklusif ditemukan di Windows.)

Chromium yang mengandung malware adalah yang paling merusak. Mereka sering menjadi bagian dari paket “download gratis”, yang biasanya ditemukan di situs web yang tidak jelas, dan seperti perangkat lunak lain yang tidak diinginkan, Chromium yang mengandung malware bisa sangat sulit untuk dihapus dari sistem.

Karena berbagai macam malware yang menyamar sebagai Chromium, atau menyertai versi kode sumber yang dibuat khusus, tidak ada satu pun instruksi penghapusan yang akan dilakukan.

Saran terbaik dari downloadsoftwaregratisan: coba cari di internet dengan kata pencarian “cara menghapus XX” di mana XX adalah nama browser berbasis Chromium yang sulit untuk dihapus. Terakhir, cari paket keamanan yang memiliki reputasi baik untuk memindai, dan mengidentifikasi malware, lalu menghapusnya secara keseluruhan.

Apa alternatif untuk Chromium?

Bagi mereka yang ingin mendapatkan lebih awal setiap pembaruan dari proyek Chromium, dan tidak peduli akan hal berbahaya dengan menjalankan browser yang mungkin tidak stabil, alternatif terbaik untuk Windows atau macOS adalah versi “Canary”.

Tidak seperti Chromium, Canary diperbarui secara otomatis dan menyertakan rangkaian lengkap fitur Chrome atau Edge dan layanan tambahan, seperti sinkronisasi browser perangkat-ke-perangkat. Seperti Chromium, Canary sering diupdate setiap hari kerja, jadi ini mewakili masa depan dari versi “Stabil” Chrome atau Edge, yang dijalankan sebagian besar pengguna.

Apa alternatif untuk Chromium

“Get on the bleeding edge of the web. Be warned: Canary can be unstable.” peringatan dari Google di situsnya. Canary build dari Chrome dapat didownload di sini.

Microsoft juga mengingatkan agar hati-hati saat mencoba Canary. “Want to see what we were working on yesterday? Canary will be released automatically almost every night to keep you up to date on our progress.” kata Microsoft di situsnya. Canary build of Edge dapat didownload di sini.

Baik Google maupun Microsoft tidak menawarkan Linux Canary. Sebagai gantinya, pengguna Linux dapat menjalankan versi “Dev” dari build Chrome atau Edge.

Chromium menguasai lautan web

Meskipun Chromium khususnya dalam bentuk Chrome telah menjadi browser paling populer di dunia setidaknya sejak April 2016, pengabaian Microsoft terhadap teknologinya sendiri untuk Edge dan adopsi Google Chromium sebagai penggantinya merupakan titik kritis utama. Pada Januari 2020, ketika Edge kembali menggunakan Chromium, secara umum menandai ketika hanya dua engine browser yang tersisa yaitu Chromium Blink dan Firefox Gecko. (Safari Apple menggunakan WebKit, awal mula dari Chromium Blink)

Ada kemungkinan bahwa Chromium akan menjadi satu-satunya yang bertahan. Firefox telah berjuang untuk mempertahankan pangsa pasarnya yang kecil. Dan perusahaan induknya Mozilla berada di bawah tekanan keuangan yang serius. Jika Mozilla dan Firefox menghilang, Chromium satu-satunya yang akan ada di setiap PC desktop. (Safari yang didukung WebKit Apple memiliki pangsa yang sangat kecil di komputer pribadi, tetapi lebih banyak di perangkat seluler sekitar 17%)

Microsoft menjelaskan keputusannya untuk menggunakan Chromium dalam sebuah pengumuman hampir dua tahun lalu. “Kami mengumumkan bahwa kami bermaksud untuk mengadopsi proyek sumber terbuka Chromium dalam pengembangan Microsoft Edge di desktop untuk menciptakan kompatibilitas web yang lebih baik bagi pelanggan kami dan mengurangi fragmentasi web untuk semua pengembang web,” kata eksekutif Joe Belfiore saat itu dalam posting blog resmi Microsoft Windows pada 6 Desember 2018.

Dengan kata lain, Microsoft mengakui bahwa Chromium memenangkan perang dan bahwa Microsoft membelot ke mantan musuh untuk menjadi sekutu.

Pada saat ini kekuatan Chromium tidak mengenal batas.