5 Web Server Gratis Terbaik dan Terpopuler

Data menunjukkan lebih dari 80% aplikasi web juga situs web menggunakan web server open source. Pada artikel kali ini, kami akan membahass web server open source yang paling populer diamana bahasannya meliputi sejarah singkat web server tersebut, fitur, teknologi, dan hal lainnya. Kami juga akan memberikan beberapa tips sehingga kamu dapat dengan mudah menggunakan salah satu web server populer tersebut.

Berdasarkan Wikipedia, web server merupakan “sistem komputer yang akan memproses permintaan melalui HTTP, sebuah protokol jaringan dasar yang digunakan untuk mendistribusikan informasi di World Wide Web. Istilah web server dapat merujuk pada keseluruhan sistem, atau secara khusus untuk software yang menerima dan mengawasi permintaan HTTP.” Pada artikel ini, kami hanya membahas software yang secara khusus memproses permintaan web dari pengguna akhir.

Web Server Gratis Terbaik

1. Apache HTTP Server

apache web server

Apache HTTP Server atau sering disebut sebagai httpd atau hanya disebut Apache saja, diluncurkan pertama kali pada tahun 1995. Apache menguasai 52% dari semua situs web secara global dan merupakan web server terpopuler.

Walaupun Apache httpd paling sering terlihat dijalankan di Linux, sebenarnya Apache juga bisa dijalankan di Windows dan OS X.

Apache menggunakan arsitektur modular, di mana modul tambahan dapat dimuat untuk menambah fiturnya. Misalnya, menambahkan mod_proxy yang memungkinkan penggunaan proxy/ gateway di server kamu, dan mod_proxy_balancer akan mengaktifkan load balancing untuk semua protokol yang didukung. Apache juga mendukung HTTP/2 melalui modul baru, mod_http2.

Server HTTP Apache telah menjadi web server paling populer sejak tahun 1996, Apache mendapatkan banyak dokumentasi dan dukungan terintegrasi dari proyek software lainnya. Kamu dapat menemukan lebih banyak informasi tentang Apache di halaman proyek Apache Foundation.

 

2. NGINX

NGINX web server

pada tahun 2002, Igor Sysoev mulai mengembangkan kembali NGINX dengan rilis publik pertamanya pada tahun 2004. NGINX dikembangkan sebagai jawaban atas masalah yang disebut C10K, yang merupakan singkatan dari “bagaimana kamu merancang web server yang dapat menangani sepuluh ribu koneksi konkuren?” NGINX berada di urutan kedua dalam daftar web server open source dengan penggunaan terbanyak, dimana digunakan lebih dari 30% dari semua situs web.

NGINX dikembangkan berdasarkan arsitektur asynchronous event-driven untuk membantu mencapai tujuannya dalam menangani banyak sesi secara bersamaan. NGINX telah menjadi web server yang sangat populer di kalangan administrator karena menggunakan sedikit sumber daya sistem dan kemampuannya untuk melakukan peningkatan kapasitas dengan mudah.

Tidak hanya bisa digunakan sebagai web server, NGINX juga bisa digunakan sebagai server proxy da load-balancer. Kamu dapat menemukan lebih banyak informasi tentang NGINX di situs komunitas NGINX.

 

3. Apache Tomcat

Apache Tomcat web server

Apache Tomcat merupakan open source container “Java servlet” yang mempunyai fugsi sebagai web server. Java servlet adalah program Java yang memperluas kemampuan server. Meskipun servlet dapat merespons semua jenis permintaan/ request, namun pada umumnya servlet diterapkan sebagai aplikasi yang di tempatkan di web server. Web servlet dikembangkan sebagai jawaban Java untuk teknologi konten web dinamis lainnya seperti PHP dan ASP.NET.

Sun Microsystems menyumbangkan basis kode Tomcat ke Apache Software Foundation pada tahun 1999, dan menjadi proyek Apache dengan prioritas tinggi pada tahun 2005. Saat ini Apache Tomcat digunakan oleh 1% dari semua situs web.

Apache Tomcat biasanya digunakan untuk menjalankan aplikasi Java. Namun, bisa diperluas dengan Coyote untuk bisa menjalankan peran web server biasa yang menyajikan file lokal sebagai dokumen HTTP. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web proyek Apache Tomcat.

Aplikasi server open source Java lainnya selain Tomcat antara lain JBoss, Wildfly, dan GlassFish.

 

4. Node.js

Node.js web server

Node.js adalah lingkungan JavaScript pada server untuk aplikasi jaringan seperti web server. Node.js awalnya dikembangkan pada tahun 2009 oleh Ryan Dahl. Proyek Node.js saat ini diatur oleh Node.js Foundation dan difasilitasi oleh program Linux Foundation’s Collaborative Projects.

Perbedaan antara Node.js dan web server populer lainnya adalah; Node.js adalah lingkungan runtime cross platform untuk membangun aplikasi jaringan. Node.js menerapkan arsitektur berbasis event yang mampu melakukan asynchronous I/O. Desain Node.js mengoptimalkan throughput dan skalabilitas dalam aplikasi web yang memungkinkan untuk menjalankan komunikasi secara real-time juga menjalankan game pada browser. Node.js juga memiliki perbedaan dalam web development stack, di mana Node.js sangat jelas merupakan bagian dari HTML, CSS, dan JavaScript, yang berbeda dengan Apache atau NGINX yang merupakan bagian dari banyak kumpulan software yang berbeda.

 

5. Lighttpd

Lighttpd web server

Lighttpd dibaca “lightly”, dirilis pada bulan Maret 2003. Saat ini Lighttpd digunakan oleh sekitar 0,1% situs web didunia dan didistribusikan dengan lisensi BSD.

yang membedakan Lighttpd dengan web server lainya adalah penggunaan memori yang rendah, beban CPU kecil, dan pengoptimalan kecepatan. Lighttpd menggunakan arsitektur berbasis event yang dioptimalkan untuk banyak koneksi paralel, dan mendukung FastCGI, SCGI, URL-rewriting, Auth, Output-compression, dan lebih banyak fitur lainnya. Lighttpd adalah web server yang populer untuk framework Ruby on Rails dan Catalyst.

 

Tips

Jika kamu ingin mencoba salah satu web server populer, saya dapat merekomendasikan untuk mendownload LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) atau LEMP (Linux, NGINX, MySQL, PHP). Ada banyak stack seperti itu yang tersedia. Mereka biasanya disediakan sebagai installer, atau tersedia sebagai package/software manager di Linux.

 

Ringkasan

Daftar ini sama sekali bukan daftar lengkap dari web server. Disini kami menyertakan beberapa web server terpopuler dan melihat teknologi yang mereka gunakan. Jika kamu tertarik dengan detail lebih lanjut, terutama dengan perbedaan Apache dan NGINX, saya sarankan membaca artikel yang membahas tentang pertimbangan praktis untuk memilih web server.

Dan tentu saja kami akan selalu penasaran dengan apa pilihan web server kamu, yang digunakan untuk pengembangan web atau hosting kamu. Beri tahu kami di kolom komentar.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.